Oleh: Nurul Huda, BBA., S.E., M.M
E-mail: nurul.huda.macintosh@gmail.com
Pendahuluan
Era Society 5.0 merupakan konsep masyarakat masa depan yang pertama kali diperkenalkan oleh Jepang melalui Rencana Dasar Ilmu Pengetahuan dan Teknologi pada tahun 2016. Konsep ini bertujuan untuk mengintegrasikan teknologi canggih seperti Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), Big Data, dan robotika ke dalam setiap aspek kehidupan manusia, menciptakan solusi yang berfokus pada kesejahteraan manusia, bukan sekadar efisiensi teknologi. Dalam konsep ini, manusia berada di pusat pengambilan keputusan, sementara teknologi menjadi alat untuk meningkatkan kualitas hidup secara holistik.
Bagi Indonesia, adopsi Society 5.0 bukan hanya sekadar adaptasi teknologi, tetapi juga transformasi ekonomi yang fundamental. Indonesia, sebagai negara berkembang dengan populasi lebih dari 281,6 juta jiwa, menghadapi tantangan struktural yang kompleks, mulai dari ketimpangan sosial-ekonomi hingga disparitas digital yang tajam. Namun, Society 5.0 menawarkan peluang untuk menjembatani kesenjangan ini, memungkinkan pembangunan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan inovatif.
Transformasi ekonomi dalam kerangka Society 5.0 mencakup berbagai aspek, seperti penguatan infrastruktur digital, pemberdayaan sumber daya manusia (SDM), inovasi dalam sektor bisnis, dan penyusunan kebijakan yang mendukung ekosistem teknologi. Namun, langkah ini tidak terlepas dari tantangan besar yang harus dihadapi. Artikel ini akan menguraikan bagaimana Indonesia dapat memanfaatkan peluang di era Society 5.0, sekaligus mengatasi hambatan yang ada, dengan tujuan mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Tantangan Menuju Society 5.0 di Indonesia
- Ketimpangan Infrastruktur Digital Ketimpangan akses teknologi antara kawasan perkotaan dan pedesaan menjadi tantangan utama dalam mewujudkan Society 5.0 di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo, 2024), lebih dari 40% wilayah pedesaan di Indonesia masih minim akses internet. Hal ini menghambat proses digitalisasi yang merata, terutama di sektor pendidikan, kesehatan, dan usaha kecil dan menengah (UMKM).
- Kesenjangan Kompetensi Digital SDM Era Society 5.0 menuntut tenaga kerja yang memiliki literasi digital, kemampuan analisis data, dan pemahaman teknologi canggih. Namun, laporan Indeks Kesiapan Teknologi Global (WEF, 2023) menunjukkan bahwa Indonesia masih tertinggal dalam hal kesiapan SDM di bidang teknologi. Kurangnya program pelatihan yang terarah dan minimnya akses pendidikan berbasis teknologi menjadi akar permasalahan.
- Kebijakan yang Belum Terintegrasi Transformasi ekonomi membutuhkan kebijakan yang proaktif dan fleksibel. Sayangnya, Indonesia sering menghadapi kendala dalam hal birokrasi yang kompleks, serta kurangnya harmonisasi antara pemerintah pusat dan daerah. Hal ini memperlambat adopsi teknologi baru di berbagai sektor, termasuk transportasi, manufaktur, dan pelayanan publik.
- Ancaman terhadap Keamanan Data Dengan meningkatnya penggunaan teknologi digital, risiko keamanan data juga menjadi perhatian utama. Indonesia perlu membangun sistem perlindungan data yang kuat untuk mengantisipasi ancaman siber, termasuk penyalahgunaan informasi pribadi dan serangan terhadap infrastruktur digital.
Peluang Transformasi Ekonomi
- Digitalisasi UMKM sebagai Pendorong Ekonomi UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia, menyumbang lebih dari 60% PDB dan menyerap hampir 97% tenaga kerja nasional (BPS, 2024). Dengan memanfaatkan platform digital seperti marketplace, UMKM dapat memperluas pasar mereka secara signifikan, baik di dalam negeri maupun internasional. Program "UMKM Go Digital" yang digagas oleh pemerintah telah menunjukkan hasil positif, tetapi diperlukan dukungan lebih lanjut dalam hal pelatihan dan infrastruktur.
- Pemanfaatan Big Data untuk Efisiensi dan Inovasi Big Data memiliki potensi besar untuk meningkatkan efisiensi operasional di berbagai sektor. Misalnya, dalam sektor transportasi, analisis data dapat digunakan untuk mengoptimalkan rute dan mengurangi kemacetan. Dalam sektor kesehatan, data pasien dapat dianalisis untuk meningkatkan diagnosis dan perawatan. Inisiatif "Satu Data Indonesia" yang diluncurkan pada tahun 2023 menjadi langkah awal dalam memanfaatkan data secara nasional untuk pengambilan keputusan yang lebih baik.
- Ekonomi Hijau dan Berkelanjutan Society 5.0 mendorong adopsi teknologi yang ramah lingkungan, seperti energi terbarukan, kendaraan listrik, dan sistem pengelolaan limbah berbasis teknologi. Dengan mengintegrasikan prinsip ekonomi hijau, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada sumber daya alam yang tidak terbarukan, sekaligus menciptakan lapangan kerja baru di sektor energi bersih.
- Pembangunan Infrastruktur Digital yang Komprehensif Proyek Palapa Ring dan implementasi jaringan 5G menjadi tonggak penting dalam membangun infrastruktur digital Indonesia. Dengan akses internet yang cepat dan terjangkau, masyarakat di daerah terpencil dapat lebih mudah mengakses layanan pendidikan, kesehatan, dan keuangan digital.
Strategi Implementasi Transformasi Ekonomi
Untuk memastikan keberhasilan transformasi ekonomi di era Society 5.0, Indonesia perlu menerapkan strategi yang komprehensif dan terintegrasi. Berikut adalah beberapa langkah kunci yang dapat diambil:
- Penguatan Pendidikan dan Pelatihan Berbasis Teknologi Kurikulum pendidikan perlu diperbarui untuk mencakup literasi digital, pemrograman, dan analisis data sejak dini. Selain itu, pemerintah dan sektor swasta dapat bekerja sama untuk menyediakan program pelatihan vokasi di bidang teknologi, seperti AI, blockchain, dan cybersecurity.
- Insentif bagi Inovasi Teknologi Pemerintah dapat memberikan insentif berupa pengurangan pajak atau subsidi bagi perusahaan yang berinvestasi dalam penelitian dan pengembangan (R&D) teknologi baru. Selain itu, penyederhanaan proses perizinan untuk startup teknologi dapat mendorong inovasi di sektor ini.
- Kolaborasi Antar-Sektor Kerja sama antara pemerintah, swasta, akademisi, dan masyarakat sipil sangat penting untuk menciptakan ekosistem teknologi yang inklusif. Public-private partnership (PPP) menjadi model yang efektif dalam membangun infrastruktur dan layanan digital yang berbasis kebutuhan masyarakat.
- Penguatan Regulasi Keamanan Data Untuk melindungi privasi dan keamanan pengguna, pemerintah perlu memperkuat regulasi terkait perlindungan data pribadi. Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) yang disahkan pada tahun 2023 merupakan langkah awal, tetapi implementasinya perlu diawasi dengan ketat.
Kesimpulan
Transformasi ekonomi Indonesia di era Society 5.0 merupakan peluang besar untuk menciptakan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan. Namun, perjalanan ini tidak mudah dan membutuhkan kolaborasi yang erat antara semua pemangku kepentingan. Dengan memperkuat infrastruktur digital, meningkatkan kualitas SDM, dan mengadopsi kebijakan yang inovatif, Indonesia dapat menjadi salah satu pemain utama dalam perekonomian global di masa depan. Semoga artikel singkat ini bermanfaat. Tetap semangat berkarya, salam ilmiah! (NH)
Referensi:
- Badan Pusat Statistik (BPS). (2024). Statistik Ekonomi Indonesia. Jakarta: BPS.
- Kementerian Komunikasi dan Informatika. (2024). Laporan Transformasi Digital Indonesia. Jakarta: Kominfo.
- Kominfo. (2023). Digital Talent Scholarship Annual Report. Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Informatika.
- Satu Data Indonesia. (2023). Laporan Implementasi Big Data Nasional. Jakarta: Pemerintah Indonesia.
- World Economic Forum. (2023). Global Technology Readiness Index. Geneva: WEF.
HUBUNGI KAMI
STAI Miftahul Ulum Tarate Pandian Sumenep
Menuju Institut Terkemuka di Madura
Jalan Pesantren No 11
Tarate Pandian Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur - Indonesia
Telp : +62 878 - 7030 - 0328 / WA : +62 81 776 - 883 -730 / +62 823 - 3483 - 4806
Website : http://www.staimtarate.ac.id
E-mail 1: official@staimtarate.ac.id
E-mail 2 : staimtarate.official@gmail.com
SOSIAL MEDIA